Back to Zero : Kembali Fitrah

Back to Zero : Fitrah
 
SMP Al Kamal
Shalat Dhuha Salah Satu Kegiatan Pondok Ramadhan di SMP Al Kamal
        Puasa tinggal beberapa hari lagi. saya tulis artikel ini ketika menemani santri LKSA Al Kamal baik firqah Al Zain maupun firqah Al Mutina pada malam kamis jam 10.00 sampai 11.32 dalam kegiatan paket semester Terinspirasi oleh tulisan Prof. Dr. H. Abdul Majid, M.A Salah satu guru besar pengkajian Islam dalam websitenya. silahkan klik di sini. Semoga bermanfaat.
Puasa merupakan ibadah wajib di bulan ramadhan. Ibadah ini dapat dapat diibaratkan sebagai sekolah (madrasah) bagi umat islam. yang dirancang secara keseluruhan oleh Allah SWT agar semua kaum mukmin dapat mengambil pelajaran berharga yang ada di dalamnya. Kemudian, ibadah puasa dan ibadah lainnya di bulan ramadhan baik yang fardhu maupun yang sunnah dapat dijadikan sebagai evaluasi barometer kualitas pribadi dan karakter yang kuat ke dalam kehidupan pribadi muslim yang terwujud dalam takwa. Evaluasi dan karakter kuat ini sangat sesuai dengan teori keilmuan sufi yang menyatakan “Man ‘arafa nafsahu, ‘Arafa rabbahu”. artinya barang siapa yang telah mengenal dirinya, maka dia sebenarnya telah mengenal rabb-nya.
Makna ‘arafa yakni mengenal, mengetahui, dan memahami secara hakikat mengenai diri insan yang sebenarnya. kenapa kita ada, untuk apa, siapa kita, siapa yang meng-ada-kan, siapa yang harus kita tuhankan dan siapa yang harus kita sembah di dunia ini. dengan pendekatan seperti inilah diharapkan akan terbangun sebuah kesadaran spiritual yang mendalam pada perwujudan (eksistensi) diri dan kehidupan muslim sejati sebagai makhluk, ‘abd dan khalifah yang sengaja Allah SWT ciptakan guna melengkapi kehidupan dunia ini.
Selanjutnya tidak dapat dipungkiri mempraktikkan ajaran islam diharuskan belajar dari pengalaman Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan (Uswatun Hasanah). Hal ini telah tertulis dengan jelas di dalam kitab suci Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 21. Maka sangat jelas puasa pada bulan Ramadhan bukan hanya sebagai ibadah tahunan, rutinitas semata, melainkan tempat menempa diri dan tempat memaknai kembali kehidupan manusia yang memadukan dan menghubungkan secara konsisten dimensi kemanusian dan dimensi ketuhanan.
Harapan terbesar pada bulan suci ramadhan dijadikan sebagai madrasah adalah fitrah, pemaknaan kembali jati diri manusia yang dahulu telah disemayamkan Allah dalam diri insan sebelum dilahirkan ke dunia ini. Fitrah berarti keadaan suci, asal kejadian dan kembali ke asal. dalam islam konsep ini memiliki makna bahwa setiap manusia yang ada di dunia ini dilahirkan dalam keadaan yang suci, tidak memiliki setetes dosapun, bersih dari noktah hitam. kemudian Back to Zero (Kembali Fitrah) berarti kembali mencari kesucian dan keyakinannya yang asli, sebagaimana pada saat sebelum ia dilahirkan. ini dibuktikan setelah kita melaksanakan ibadah bulan puasa.
Dalam surat Al-Baqarah ayat 183, puasa dibangun atas 3 pilar yakni puasa, iman, dan takwa. Dari ketiga pilar ini dapat dilihat dengan jelas hubungannya. Allah SWT memberikan perintah wajib puasa kepada orang yang beriman, dengan demikian Allah SWT hanya akan menerima ibadah puasanya orang yang memiliki iman di dalam hatinya.  Kemudian penempaan dalam ibadah puasa akan mewujudkan ketaqwaan, sebagai buah manis dari jerih payah mukmin melaksanakan rukun islam yang ke-4 ini. 
 
Sekali lagi melalui ketiga pilar ini, setelah sempurna melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh. Kita semua benar-benar Back to Zero. kembali fitrah seperti dilahirkan kembali. Semoga tulisan ini bisa menjadi langkah besar dalam merubah pribadi kita menjadi insan kamil. Insan yang bertakwa.
 
Oleh : Khozinatul Asror, menulis karena menemani 2 santri M. Iqbal Prasetyo dan Ananda Dwi Fatkhur. di lksa Al Kamal semoga kedua santri ini bisa memenuhi harapan kedua orangtuanya

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *