30/06/2022

SMP Al Kamal

Berbasis Karakter Religius

How to Full Fill Our Ramadhan

4 min read
How to Full Fill Our Ramadhan
 
Extra Sholawat Al Muqorrobin SMP Al Kamal
Salah Satu Extra Unggulan SMP Al Kamal
 
Surat Al Baqarah Ayat 222 “sesungguhnya Allah SWT menyukai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri”. Barangkali dapat diduga bahwa ayat ini merupakan salah satu pendorong umat islam berlomba-lomba pada bulan Ramadhan. Mereka memanfaatkan momentum bulan kharim ini semampu dirinya guna memaksimalkan pendekatan diri kepada Allah SWT (bertaubat), dan membersihkan diri dari segala aktifitas yang kurang baik dengan melakukan berbagai macam bentuk ibadah.

Diantara aktifitas yang ramai dikerjakan pada bulan Ramadhan yaitu :
 
1.       Shalat Tarawih (Qiyamul Ramadhan)
 
Tarawih dilaksanakan sehabis shalat isya’ baik di mushola maupun di masjid, bahkan dapat dilakukan di rumah. Sebagaimana yang dilakukan Nabi Muhammad SAW pernah merasa khawatir kalau Shalat tarawih dijadikan ibadah yang wajib bagi umatnya karena semakin hari semakin banyak yang mengerjakannya. Sehingga Beliau melaksanakan shalat tarawih sendirian di rumah.
Shalat tarawih dilaksanakan sebanyak 23 dan atau 23 raka’at. Sebagian besar di masjid-masjid yang besar salah satu ta’mir akan memberikan ceramah keagamaan 10-20 menit sebelum melaksanakan ibadah tarawih. Bahkan sampai mengundang muballigh yang disengaja untuk diundang oleh pengurus atau panitia kegiatan Ramadhan mulai malam pertama sampai akhir malam bulan Ramadhan. Pengalaman penulis saat menemani teman satu angkatan yang melaksanakan kultum di salah masjid di wilayah tulungagung sebelum shalat tarawih ketika ditanyakan kenapa? Panitia memberikan jawaban “Jika dilaksanakan sesudah shalat tarawih sebagian besar jama’ah akan segera pulang ke rumah”. Dalam benak penulis, mungkin karena yang paling penting adalah shalat tarawihnya.
 
2.       Membaca Al-Qur’an (Tadarrus Al-Qur’an)
 
Sehabis melaksanakan shalat tarawih, beberapa anak muda (remaja) melakukan tadarrus Al-Qur’an di masjid/mushola. Aktifitas ini dilakukan sampai jam 10.00 dengan menggunakan mic. Sebagian ada yang mensudahi namun masih ada yang melanjutkan hingga sampai jam 12.00 namun mereka sudah tidak menggunakan mic lagi, hal ini dikhawatirkan akan mengganggu ketenangan masyarakat sekitar yang akan tidur.
Salah satu perkataan Imam Az-Zuhri “Apabila telah datang bulan suci Ramadhan, maka aktifitas utama kita selain berpuasa adalah Qira’atul Qur’an.” Kita meyakini bahwa membaca al-Qur’an adalah ibadah yang memiliki banyak pahala dan kebaikan. Dengan membaca secara tajwid, mentadabburi, memahami dan mengamalkan isinya, maka kita akan menjadi insan yang berkah, takwa dan kamil.
Salah satu aktifitas yang baik juga adalah membuat target mengkhatamkan al-Qur’an, jika kita sudah terbiasa khatam al-Qur’an satu bulan sekali. Maka lebih baik jika pada bulan suci Ramadhan 2 kali. Lebih baik lagi jika kita membuat target menghafalkan satu juz atau surat tertentu. Hal ini juga bisa menjadi program (rencana) unggulan bersama keluarga di rumah.
 
3.       Mengakhirkan Sahur
 
“Makan sahurlah karena pada sahur terdapat berkah” (HR. Bukhori). Hadits ini menegaskan pada kita bahwa selain makan sahur adalah salah satu amalan Sunnah di bulan ramadhan, di dalamnya juga mengandung berkah. Berkah adalah kebaikan yang banyak lagi tetap. Berkah dalam kamus Bahasa Indonesia adalah “karunia tuhan yang mendatangkan kebaikan kepada manusia”. Berkah selalu diinginkan oleh setiap umat muslim, dengan melaksanakan sahur berarti kita telah mendapatkan karunia (berkah) tuhan.
 
Termasuk salah satu Sunnah Nabi Muhammad SAW yakni mengakhirkan sahur, hal ini berdasarkan hadits-hadits yang telah diriwayatkan dari Nabi. Mengakhirkan sahur berarti melaksanakan aktifitas makan terakhir pada hari itu sebelum adzan subuh berkumandang. Yakni Kurang lebih 5-10 menit sebelumnya. Waktu terakhir makan sahur sudah ditentukan dalam surat Al Baqarah ayat 187 Yaitu ketika telah terbit dan jelasnya fajar sadiq.
 
4.       Berbuka Puasa lebih awal
 
“Manusia selalu senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa” (HR. Bukhori Muslim). Dalam hadits ini terdapat kebaikan khususnya bagi orang yang mau berbuka puasa lebih awal. Dan sebaliknya bagi yang mengakhirkan berbuka mereka telah kehilangan kebaikan. Yang dimaksud kebaikan di sini adalah mengikuti Sunnah. Tidak ada keraguan di dalamnya bahwa orang yang mengikuti Sunnah nabi menjadi sebab kebaikan baik di dunia maupun akhirat.
 
Syekh ‘Abdullah Al Fauzan hafizhoullah berkata”sebaiknya bagi mukmin bersemangat dalam mengamalkan Sunnah ini. Yakni Berbuka lebih awal. Hal ini bisa dilakukan dengan menyibukkan diri pada sore hari dengan membaca Al-Qur’an, berdzikir dan berdo’a. Janganlah saat sore keluar rumah kecuali dalam urusan yang penting. Sehingga dia tidak kehilangan dari banyak kebaikan. Dan jangan sampai seorang mukmin masih dalam perjalanan pulang ketika adzan berkumandang, sehingga dia akan luput dari berbuka dan Sunnah menyegerakan berbuka.”
 
5.       Memberikan makanan berbuka
 
Berbagi rizki kepada orang lain, adalah salah satu kebaikan. Apalagi jika memberikan makanan kepada tetangga sekitar atau anak-anak yatim Panti Asuhan di bulan suci ramadhan. Maka pahalanya akan berlipat ganda. Dengan memberikan makanan berbuka berarti kita telah menjadi makhluk sosial yang berbudi luhur.
 
HR (Nasa’i dan Tirmdzi) “barangsiapa yang memberi makan berbuka kepada orang yang sedang berbuka, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikitpun.” Sangat jelas sekali, kebaikan bagi orang yang mau memberikan makanan sekedar hanya untuk berbuka puasa, apalagi pada saat mudik, banyak orang yang berlalu lalang di jalan raya menuju rumahnya. Kita bisa memberikan beberapa minuman manis di POM agar disebarkan kepada para pembeli bengsin.
 
6.       I’tikaf

I’tikaf berarti menetap dan berdiam diri dalam sesuatu, dalam istilah di kalangan para ulama’ berbeda-beda. Pada intinya I’tikaf adalah berdiam diri di dalam masjid dengan melakukan amalan-amalan tertentu dengan niat karena Allah SWT. Diantara amalan-amalan Sunnah yang bisa dilakukan seorang mu’takif adalah melaksanakan shalat Sunnah, membaca Al-Qur’an, Berdzikir, Berdo’a, membaca buku-buku agama.

Tata cara I’tikaf adalah dengan niat terlebih dahulu, kemudian berdiam diri sejenak. Setelah itu bisa melakukan amalan-amalan yang lain. Selama si mu’takif tidak keluar dari masjid. Maka I’tikafnya belum batal. Namun jika dia sudah keluar, maka harus berniat terlebih dahulu.

Rasulullah sering melaksanakan I’tikaf di sepuluh terakhir pada bulan Ramadhan, hal ini menunjukkan bahwa seyogyanya kita sebagai umat beliau harus mentauladaninya. Jangan malah di awal saja kita sering ke masjid, namun di akhir bulan Ramadhan kita malah sering ke mall.

7.       Beribadah di malam Lailatul Qodr

8.       Mengaji Kitab Kuning

9.       Mendengarkan ceramah
oleh : Khozinatul Asror

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.